Sunday, March 28, 2010

wanita tua itu.... Share

Wanita tua itu memanggil kasih anaknya. Dia tidak dipimpin atau memimpin. Lusuhnya helaian bersarungnya kesat dimamahwaktu yang mengejar setiap lankah yang ia rekakan. Kasarnya tolehan raut wajah yang kedut menginsafi masa yang berlalu pergi tnpa ada singgahan.Zuriat yang meninggalkan tangan tangan emas yang membuai seribu warna dunia hanya meminggirkan tubuh yang rapuh di tepian sadis. Wanita tua itu menadah tangan, memanggil rintihan hujan yang menemaninya bersama kudus - kudus malam bila dia keseorangan. Terhempas jalan saat dia merebahkan badan, mencucuk setiap urat dan kulit yang dahulunya dihiasai dengan manik- manik kecil, yang ditaburkan bersama sama kudrat di hujung kasihnya. Kuyu yang merentahkan mata diurut hingga air zahirnya membuat deraian yang tiada hentinya......dan ia masih di sana.Kuisan yang dicarik, mencari rezeki yang bertaburan,,,dipijak mereka yang hanya berkata tinggi tapi duduknya rendah di tanah yang merah. Kotak kotak besi lunyai bila masanya ia mahu berkata...inilah rumahku, teduhnya aku...hanya diriku..bisanya hatiku...hanya aku yang sendiri. Saat anakku pergi tanpa aku didahului..saat meraka menjunjung diri, tapi hanya menyepikan diri ini.Susuk tubuh jalanan ini hanya memandang sepi akan lorong lorong yang ia tahu itulah syurgaku. Bukan malu yang aku tempuh..tapi kasih ank aku yang aku buntu. Dimanakah lembutnya pipi meraka yang aku ingin ada bersama tangan tuaku. Hari hari aku mengendong mereka, saat air tangankku mengauli mereka...wanita itu masih di situ...tua di situ..bersama hamparan kasar yang di tepinya dusta dunia..menanti saat yang mereka anaknya tahu...mati itu tetap menjemputnya...

No comments:

Post a Comment